11 Feb 2011

Tips memilih baby sitter (for working mama)

Tips memilih baby sitter (for working mama):
1. Pemilihan baby sitter/BS atau asisten (pembantu) sebaiknya dilakukan oleh kita sendiri, atau bisa juga dengan membawa anak (utk BS/Ass toddler ->utk melihat apakah BS/Ass komunikatif dan senang dg dunia anak), dg kriteria:
 Pilih yayasan/penyalur yg “recommended
 Penampilan BS/Ass : bersih, rapi, rajin, tutur kata yg sopan, sehat (fisik maupun mental) – bias dilihat jg dr latar belakang kelg-nya.
 Punya pengetahuan dasar (antisipasi thd gejala penyakit, pengetahuan ttg kebersihan, keamanan, pendidikan dasar seperti toilet training , tata cara mensterilkan botol/tempat makan anak, memasak MPASI (utk toddler)
 Identitas dan pengalaman kerja yg jelas ->qt bisa wawancara langsung. Untuk amannya, minta foto copy sertifikat pendidikan BS dan foto copy KTP.
Dalam sesi wawancara,
 Usia dan latar belakang BS/Ass
Utk BS/Ass senior – biasanya berumur 25 th ke atas
Disarankan utk bayi mulai newborn, krn aktivitas bayi tdk bgt banyak… Tdk memerlukan kecepatan dan kesigapan dalam mengawasi bayi.
Biasanya utk BS/Ass senior, byk yg sdh berkeluarga dan memiliki anak, sehingga pengalaman mengurus dan merawat bayi/anak tdk diragukan lagi.

Kendalanya :
- Selalu ambil jatah cuti dan terkadang ada juga yg baru kembali mepet dgn jam kerja kantor (pengalaman pribadi : BS selalu kembali di hari senin pagi, alhasil berangkat kantor terlambat.. bat.. bat…)
- Salarynya mahal, dan belum tentu sesuai dgn qt
- dikhawatirkan akan lebih banyakmenggurui dan cenderung tidak mampu mengikuti teori perkembangan bayi/anak jaman sekarang (management ASI, MPASI-non gulgar)

Utk BS/Ass junior : biasanya berumur 25 th ke bawah
Disarankan utk toddler/yg sdh mulai belajar berjalan, krn aktivitas bayi banyak sehingga memerlukan kecepatan dan kesigapan dalam mengawasi bayi/anak.

2. Ambil baby sitter/BS atau asisten (pembantu) utk qt training tata cara perawatan bayi selama qt sudah memasuki masa cuti, baik itu menunggu kelahiran maupun setelah bayi lahir.
Positifnya :
Bisa tahu apakah BS/Ass cocok atau tdk, karena ini penting banget… Ga mau kan qt bolak balik ganti BS/Ass, yg ada bayi/anak dan mama (WM) yg stress… Butuh penyesuaian lagi… Harus mengajari lagi… Mencari pengganti lagi…. Merepotkan mertua/orang tua lagi… (menitipkan anak selama blm mendapatkan pengganti BS/Ass), dan yg pasti management waktu qta jg jadi berantakan.. kan.. kan...

3. Periksa isi tas sewaktu BS/Ass sdh bersama qt, pastikan barang bawaannya aman dari benda-benda tajam maupun obat-obatan. Just in case, kekhawatiran WM, kalau2 anak/bayi diberi obat tidur selama qt tinggal kerja-> efek sering denger pemberitaan TV di kantor…

4. Tambahan dari temen ney, jumlah seragam BS ternyata berpengaruh lama tidaknya BS bekerja… Pada dasarnya, tiap 3 bln sekali qt wajib memberikan seragam. Jadi… kalaupun jumlahnya sedikit, bisa saja, lama kerja/pengalaman kerja di t4 yg lama, maksimal 3 bln…

Basically, awal pertama BS/Ass harus ada pengawasan, baik itu orang tua, mertua atau saudara qt... Apalg masa-masa qt libur (cuti/weekend) sdh habis.. Namun pengawasan ini biasanya berlangsung 2-3 hari saja, untuk melihat apakah BS/Ass yg kita pilih bener2 bisa kerja tanpa ada qt/mama di rumah...

List baby sitter di semarang aku share di sini.

Sent from my BlackBerry® smartphone
Reactions:

0 comments:

Posting Komentar