Tampilkan postingan dengan label trip. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label trip. Tampilkan semua postingan

5 Agu 2017

Labirin Coban Rondo, Batu, Malang

Another review from Batu, beside Jatim Park, Museum Angkut, or Batu Secret Zoo...
O yeeeaah... We found it when we go to Batu with Rental Car, and the driver, you can call him Mr. Andre , give us a lot of destination n delicious food's place, hmmm yummie..... LOL...

a hedge maze

We go to Coban Rondo Waterfall and Labirin. And let me talk first about Coban Rondo Labirin. Yup, like the hedge maze on The Goblet of Fire, hahaha.. But we can't found the Triwizard Cup, only a little water fountain... :)

So, here we are..

that tower can help us to find our way to the fountain

It's not a big maze, like on Goblet of Fire.. but so much fun, when we walk around to find it... And more fun when the foggy is coming :) Hahahaaaa....


yeeey... finally did it

So.. what are youu waiting for.... Try it if you dare... Hohoohoooo..



It's a real pleasure to visit Batu again, as there's always new things to see and discover despite the fact that we also like to go back to places where we've been before. 

Best spot near the maze


Happy me.. don't you agree???





3 Mar 2014

Makassar

Kali ini mau mengulas sedikit tentang perjalanan dalam rangka tugas kantor di Makassar. Acara kantor dilaksanakan di Hotel Clarion, tepatnya di pusat kota Makassar jalan Pettarani. Setibanya di bandara Sultan Hasanuddin, kami pun langsung mencari taksi. Menurut info yang saya baca sebelumnya, banyak taksi yang tidak menerapkan sistem argo di area pintu keluar, tinggal menyebutkan alamat yang dituju, langsung di beri nota taksi untuk dibayarkan, karena sewaktu kita keluar dari bandara, langsung dihadapkan kios-kios yang menawarkan jasa angkutan taksi bandara. 

Pada saat itu, dari bandara ke pusat kota dikenakan biaya Rp. 125.000,-, dan biaya tersebut di luar biaya tol. 
Tips dari saya hanya satu, kalau mau memangkas biaya perjalanan, bisa saja kita berjalan sebentar ke pintu keberangkatan, dan pakai saja taksi ber-argo yang baru saja tiba untuk menurunkan penumpang. Dan jangan harap bisa menemukan armada taksi "Burung Biru" disana.

Untuk urusan wisata, di hotel Clarion disediakan rental mobil (Tayama Rental Mobil) yang mengenakan biaya per jam. Cukup realistis dengan harga Rp. 60.000/jam untuk kendaraan Xenia/Avanza dengan driver dan BBM dari pihak rental(tergantung ketersediaan mobil juga ya). O iya, setelah bertanya-tanya, rental mobil itu bisa digunakan tanpa harus melalui pihak hotel.Penggunaan rental mobil dengan hitungan per jam memang sengaja Kita pakai, mengingat jadwal acara yang cukup padat, dan biaya per jam bisa ditanggung untuk 6-7 penumpang. Kemarin kita menggunakan jasa Pak Basri, untuk contact bisa ke nomor 081242279557. Pusat oleh-oleh di Makassar bisa ditemukan di sepanjang jalan Somba Opu. Beberapa teman ada yang menyarankan ke beberapa nama toko, dan...... ternyata harga paling murah didapatkan di Toko Sulawesi. 


Untuk toko Sulawesi ini memang bukan tepat berada di sepanjang jalan Somba Opu, tapi masih masuk ke dalam gang, di jalan H. Bora no 9b. Untuk perbandingan minyak gosok Cap Beruang Super kecil, harga di pertokoan Somba Opu Rp.25.000,-, sedangkan di Toko Sulawesi bisa berkurang menjadi Rp.23.000,-. Untuk oleh-oleh khas Makassar cukup banyak variasinya ada kain khas bugis, mutiara, alat musik khas, miniatur kapal phinisi, berbagai macam minyak, makanan khas, dan sebagainya. Wisata kuliner di Makassar pun bermacam-macam, sempat dapet di link dari detik, mulai dari sop konro, karebosi,mie titi,dan seafood. 
Warung seafood yg sempat dicoba yaitu Lae-lae seafood. 

Ikan Rica-rica

Menu waktu itu yg dipesan ikan rica2, udang bakar, kangkung dan otak-otak. Bumbu rica2 nya bener2 enak.

Otak-otak tengiri

Bicara ttg otak-otak, ada otak-otak yg sering dijadikan oleh2 buat dibawa sbg buah tangan. Tepatnya di jl kijang no 7c, Otak-otak tengiri Ibu Elly. Sayangnya kemaren saya tidak sempat mencicipinya, karena pulangnya naik penerbangan pagi.

Yang pasti ingin kembali lagi ke sana... Semoga diberi rejeki yang cukup dan waktu yg longgar agar bisa menelusuri kota Makassar lebih lama lagi.

6 Jan 2014

Wisata Borobudur


Borobudur

Lanjutan cerita liburan sebelumnya. Rencana ke Borobudur pagi hari, mundur menjadi sore hari. Pak Medi, owner Rumah Dharma menyarankan berangkat sekitar antara jam 3-4, karena loket di tutup pada pukul 5 sore.

Setibanya di Borobudur, setelah membeli tiket masuk, Kami langsung menuju ke Candi. Dan mengingat membawa anak kecil dan eyang Kami, Kami memutuskan untuk naik kereta mini agar bisa menghemat waktu dan tenaga.


Benar juga apa yg di bilang Pak Medi, karena musim liburan, wisata Candi Borobudur sangat ramai. Mau naik tangga saja antri, belum lagi mau foto-foto, ibaratnya mau menekan tombol kamera, harus cari waktu yang tepat karena banyak yang lalu lalang. Akhirnya ada sedikit dokumentasi Kami di Borobudur.

 Pose Athar bangun tidur lgs minta foto sama patung singa

Foto di area Kamadhatu

 Mencoba memegang patung dalam stupa

 Antrian mau naik dan mau turun candi

 Foto di area Arupadhatu

Istirahat sambil narsis


Ternyata capai juga naik tingkatan-tingkatan di candi Borobudur. Cukup melelahkan di tambah harus mengikuti maunya anak. Perjalanan pulang Kami lalui dengan jalan kaki, namun Kami mengambil rute terpendek yang tidak melalui penjual souvenir di sepanjang jalan. Dan tak lupa berhenti sejenak untuk melihat anak-anak naik kuda.



 Pose dulu sebelum naik kuda

Berkuda

Borobudur
Tiket masuk Dewasa :Rp. 30.000,- , anak 6 th ke bawah :Rp. 12.500,-
Kereta Mini : Rp.7.500,- (di antar sampai ke depan Candi Borobudur + free mineral water)
Naik kuda : Rp.25.000,- untuk 1 anak.

30 Des 2013

"Back To Nature" Rumah Dharma Borobudur

Liburan pendek kali ini Kami merencanakan wisata ke Borobudur.  Untuk tempat menginap, sengaja Kami memilih tempat yang jauh dari pusat kota, namun tetap dekat dengan tempat wisata yang akan Kami kunjungi nantinya. Liburan kali ini pas sekali kalau dibilang “Back to Nature” karena tempat penginapan yang Kami tuju benar-benar masih asri, hijau, alami dan dikelilingi sawah-sawah. Namanya Rumah Dharma Borobudur. Review yang Kami temukan di Tripadvisor  cukup menjanjikan.  


Awalnya Kami ingin langsung ke Rumah Dharma, dengan berbekal peta dari Tripadvisor, namun disarankan pemiliknya (Bp. Medi) supaya bertemu di mini market di dekat area Borobudur untuk mengantisipasi kebenaran GPS yang Kami dapatkan, dan nantinya Kami akan dijemput dan diarahkan ke lokasi penginapan.

Karena sampai sana sudah malam, Kami langsung ditawarin minuman hangat (teh, kopi atau susu). Setelah membereskan barang bawaan di kamar, Kami pun langsung memutuskan untuk memesan makan malam dan beristirahat di teras depan bungalow. Menu makan malam pada saat itu sangat lezat, diawali makanan pembuka sop, kemudian dilanjutkan beberapa menu tradisional seperti nasi putih, terong, ikan pindang, orak arik dan menu lainnya. Setelah makan malam selesai, Pak Medi pun menawarkan beberapa tempat yang bisa dikunjungi.

Penawaran menarik salah satunya ke Punthuk Setumbu, sebuah bukit yang letaknya ± 3 km jika bersepeda dari Rumah Dharma yang merupakan salah satu tempat terbaik untuk melihat Candi Borobudur dan sunrise. (Untuk acara ini, hanya adik dan suami saya yang ikut, karena Kami harus bersepeda dari jam 4 pagi, untuk mengejar sunrise.)

Foto diambil oleh adik saya

Kalau saya cukup melihat sunrise dari Rumah Dharma saja. Pemandangannya pun cukup menakjubkan.
 Sunrise di Rumah Dharma

Sunrise di Rumah Dharma

 Acara pagi hari, Kami bersepeda mengelilingi perdesaan di sana. Pagi yang dingin dengan udara segar dengan pemandangan yang jarang dijumpai di kota. Subhanallah....


 Bersepeda di pagi hari


Suasana di sekitar Rumah Dharma

Area Rumah Dharma

Menu sarapan pagi cukup standart, Kami bisa memilih roti atau bakmi dan nasi goreng. Diawali dengan buah-buahan segar, jajanan pasar, dan secangkir teh/kopi hangat serta susu coklat untuk anak-anak.
Jajan Pasar dan buah 
Menu makan siang

Setelah sarapan, Kami pun berpetualang di sekitar Rumah Dharma, sambil foto-foto di sawah, dengan model utama tentunya Athar. Untung Athar cukup kooperatif untuk menjadi modelnya, hehe....
 Hasil pose model kecil kita

Proses pengambilan gambar

Kemarin Pak Medi sempat menawarkan apabila Kami mau menggunakan delman untuk berputar-putar di sekitar desa. Harga yang ditawarkan bisa bervariasi, tergantung penawaran Kami dengan kusirnya. Akhirnya Kami berhasil nego dengan kusirnya, setelah penawaran awal dari Rp.150 ribu menjadi Rp.50 ribu saja.

Yang lain tetap menunggu di Rumah sambil bersantai-santai di pendopo ataupun gazebo.

 Gazebo di Rumah Dharma

Area bermain yang cukup lapang


Bermain bola di depan teras bungalow

Singkatnya, Rumah Dharma hanya menyediakan 4 bungalow, dengan fasilitas 1 kamar tidur (twin/double bed) dilengkapi AC, WiFi, kamar mandi dalam yang menyatu dengan kamar (hot water), dan mendapatkan fasilitas sepeda gratis yang dapat digunakan berkeliling di kawasan tersebut. Harga yang diberikan pada saat itu, Rp.650 ribu, dengan tambahan 1 extra bed termasuk sarapan pagi. Untuk tambahan makan malam dikenakan biaya tambahan Rp.30 ribu /orang.


Bungalow tempat Kami tinggal

 Kamar dalam bungalow
 Kamar mandi dalam bungalow
Karena jam check out Kami dibatasi, mengingat ada tamu/turis yang mau menempati bungalow Kami, maka Pak Medi menyarankan pendopo dan gazebo bisa Kami gunakan apabila Kami masih mau bersantai di Rumah Dharma sambil menunggu berkurangnya terik matahari agar Kami dapat ke Borobudur. 


 Pendopo yang menyatu dengan tempat makan


Area makan

Sambil menunggu dan masih bersantai-santai, Kami pun ditawari minuman jahe merah dan tahu goreng. Ketika terik matahari mulai berkurang, Pak Medi menyarankan untuk bersepeda/mengantar Kami ke Borobudur, mengingat musim liburan dan ramainya wisatawan yang sedang mengunjungi Borobudur, akan sangat memakan waktu apabila Kami mencari parkir di sekitar area parkir Borobudur.

Akhirnya Kami pun bersepeda ramai-ramai menuju Borobudur, dan khusus Eyang Kami, di anter naik motor oleh pegawai Pak Medi yang bernama Mas Fakih.

Liburan kali ini benar-benar berkesan bagi Kami, mengingat banyak yang Kami dapatkan seperti kemudahan, keramahtamahan selain pentingnya acara berkumpul bersama keluarga. 

Untuk wisata ke Borobudurnya, akan dilanjutkan di postingan berikutnya ya....

Lokasi Rumah Dharma (titik Biru)


Rumah Dharma Borobudur
Lokasi  Jowahan, Barepan, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia
Koordinat GPS: S07 36 43.1 E110 12 46.8
Kontak Person : Bp. Medi : 0813.9225.2557

4 Sep 2013

Lombok

Bulan Agustus kemarin, saya berkesempatan untuk mengunjungi Lombok untuk ke-2 kalinya. Namun perjalanan kali ini dalam rangka dinas kantor. Tapi, yang namanya dinas kantor, tetap wajib yang namanya wisata kuliner dan mencari buah tangan untuk dibawa pulang nanti.
Acaranya di laksanakan di hotel Jayakarta, di daerah Senggigi, kurang lebih Rp.130 rb kalau naik taksi dari bandara. O iya, bandara di Lombok ternyata sudah pindah di daerah Lombok Tengah, sudah bukan di Selaparang lagi yang berada di kota Mataram. Cukup jauh juga lho....

Bicara tentang fasilitas hotel, langsung jadi ingat anak yang di rumah dong.... Selain view hotel ini langsung ke pantai Senggigi, fasilitas anak disini cukup banyak... Ada kolam renang anak, kolam renang pasir untuk anak, (sand pool), playground dan sewa sepeda untuk anak... Huhuhuuuu.. sedih deh rasanya kalau lihat semua kesukaan anak, tapi anaknya di rumah...

(view dari hotel)

(view dari restaurant Hotel)

(sand pool)

(kolam renang anak)

(playground dan jogging track)

Untuk wisata kuliner sebenarnya juga sudah disediakan di menu makan malam di hotel, ada Beberuk, Olah-olah, dan tak lupa Plecing Kangkung... Kalau itu wajib hukumnya... :)
(makanan khas Lombok)


Kuliner lain yg wajib dicoba ya Ayam Taliwang. Yang cukup terkenal di Rumah Makan Taliwang Satu, Jl AA Gde Ngurah No 26, telp (0370) 622394, Cakranegara. Ada 2 versi, mau dibakar atau di goreng. Kalau mau dibawa pulang, lebih baik pilih ayam yg digoreng. Jangan lupa pula membeli makanan khas Lombok utk dibawa pulang, namanya dodol rumput laut. Yg cukup terkenal dsana Phoenix, konon RI 1 jg sampai kesana. Dan bbrp teman dsana menganjurkan untuk membeli tahu khas Lombok n telur asin.

Wisata belanja di Lombok cukup variatif, ada mutiara, kain tenun khas Lombok, kerajinan anyaman bambu, gerabah atau souvenir baju/kaos Lombok. Kalau mau ke pusatnya mutiara, bisa datang ke Sekarbela dan Karang Genteng, tapi kl mau cari lebih lengkap (semua ada dalam satu tempat), bisa menyusuri samping mataram Mall, karena disana ada beberapa kios yg menjual souvenir khas Lombok. 
Nah, karena waktu itu masih ada sisa waktu sblm pesawat take off, kurang lebih 2,5 jam, jangan lupa mampir ke desa wisata Sade. Dusun Sade yg terletak di desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah masih menyuguhkan suasana perkampungan asli pribumi Lombok yaitu suku Sasak. Itu bisa dilihat dari bentuk bangunan rumah suku Sasak asli yg ada disana, bangunan rumah yg beratapkan ijuk, dengan tembok dr anyaman bambu dan beralaskan tanah. 


(rumah suku Sasak)


(souvenir di dusun Sade, Lombok)

(permukiman suku Sasak di dusun Sade, Lombok)
Dan ternyata , masih banyak yg belum sempat didatangi di Lombok... Pantai-pantai (Kuta, Seger, Aan) dan wisata kuliner lainnya seperti bulayak, nasi puyung, dsb.
Namanya juga sambil menyelam minum air... Sambil bekerja, jangan lupa menikmati keindahan wisatanya ya...

7 Mei 2013

Outbond Pertama Athar

Minggu kemarin, sekolah Athar mengadakan outbond untuk kelas TK A, TK B dan playgroup ke Taman Kelinci. Perjalanan menuju kesana menggunakan transportasi bis, dimana pada waktu itu Athar dan teman-temannya diharapkan sudah berada di sekolah tepat pukul 06.30. Agenda outbond di Taman Kelinci cukup padat juga,ada Ice Breaking, High Rope Games (permainan memanjat tali), Menanam padi di sawah, menangkap Ikan, Rafting Kids, dan terakhir Renang Mini Boom.
Kegiatan outbond ini merupakan agenda internal sekolah, yang mana hanya boleh diikuti oleh guru dan para murid. Maka, untuk lebih jelasnya bisa lagsung di buka di website http://www.taman-kelinci.com/ ya...

Yuk dimulai saja parade Athar-nya. Untung ada penjual foto-foto outbond disana sewaktu Mama menjemput Athar pulang.
Lets check it out...
Pose keberangkatan Athar dalam bis
 High Ropes
 Menanam Padi
 Kedatangan Athar
 Pose dulu depan bis sebelum pulang