Sent from my BlackBerry® smartphone
Siroop Tjampolay
Sent from my BlackBerry® smartphone
Susu merupakan sumber gizi terbaik bagi mamalia yang baru dilahirkan. Susu disebut sebagai makanan yang hampir sempurna karena kandungan zat gizinya yang lengkap. Selain air, susu mengandung protein, karbohidrat, lemak, mineral, enzim-enzim, gas serta vitamin A, C dan D dalam jumlah memadai.
Manfaat susu merupakan hasil dari interaksi molekul-molukel yang terkandung di dalamnya. Susu segar merupakan cairan yang berasal dari ambing sapi sehat dan bersih yang diperoleh dengan cara pemerahan yang benar yang kandungan alaminya tidak dikurangi atau ditambah sesuatu apapun dan belum mendapat perlakuan apapun (SNI 01-3141-1998). Dalam prakteknya sangat kecil peluang kita untuk mengonsumsi susu segar definisi SNI tersebut di atas. Umumnya susu yang dikonsumsi masyarakat adalah susu olahan baik dalam bentuk cair (susu pasteurisasi, susu UHT) maupun susu bubuk.
Susu UHT (ultra high temperature) merupakan susu yang diolah menggunakan pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang singkat (135-145 derajat Celcius) selama 2-5 detik (Amanatidis, 2002). Pemanasan dengan suhu tinggi bertujuan untuk membunuh seluruh mikroorganisme (baik pembusuk maupun patogen) dan spora. Waktu pemanasan yang singkat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan nilai gizi susu serta untuk mendapatkan warna, aroma dan rasa yang relatif tidak berubah seperti susu segarnya.
Proses Susu UHT
Susu cair segar UHT dibuat dari susu cair segar yang diolah menggunakan pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang sangat singkat untuk membunuh seluruh mikroba, sehingga memiliki mutu yang sangat baik. Secara kesuluruhan faktor utama penentu mutu susu UHT adalah bahan baku, proses pengolahan dan pengemasannya. Bahan baku susu UHT cair segar adalah susu segar yang memiliki mutu tinggi terutama dalam komposisi gizi. Hal ini didukung oleh perlakuan pra panen hingga pasca panen yang terintegrasi. Pakan sapi harus diatur agar bermutu baik dan mengandung zat-zat gizi yang memadai, bebas dari antibiotika dan bahan-bahan toksis lainnya. Dengan demikian, sapi perah akan menghasilkan susu dengan komposisi gizi yang baik. Mutu susu segar juga harus didukung oleh cara pemerahan yang benar termasuk di dalamnya adalah pencegahan kontaminasi fisik dan mikrobiologis dengan sanitasi alat pemerah dan sanitasi pekerja. Susu segar yang baru diperah harus diberli perlakuan dingin termasuk transportasi susu menuju pabrik.
Pengolahan di pabrik untuk mengkonversi susu segar menjadi susu UHT juga harus dilakukan dengan sanitasi yang maksimum yaitu dengan menggunakan alat-alat yang steril dan meminimumkan kontak dengan tangan. Seluruh proses dilakukan secara aseptik. Susu UHT dikemas secara higienis dengan menggunakan kemasan aseptik multilapis berteknologi canggih. Kemasan multilapis ini kedap udara sehingga bakteri pun tak dapat masuk ke dalamnya. Karena bebas bakteri perusak minuman, maka susu UHT pun tetap segar dan aman untuk dikonsumsi. Selain itu kemasan multilapis susu UHT ini juga kedap cahaya sehingga cahaya ultra violet tak akan mampu menembusnya dengan terlindungnya dari sinar ultra violet maka kesegaran susu UHT pun akan tetap terjaga. Setiap kemasan aseptik multilapis susu UHT disterilisasi satu per satu secara otomatis sebelum diisi dengan susu. Proses tersebut secara otomatis dilakukan hampir tanpa adanya campur tanganmanusia sehingga menjamin produk yang sangat higienis dan memenuhi standar kesehatan internasional. Dengan demikian teknologi UHT dan kemasan aseptik multilapis menjamin susu UHT bebas bakteri dan tahan lama tidak membutuhkan bahan pengawet dan tak perlu disimpan di lemari pendingin hingga 10 bulan setelah diproduksi.
Keunggulan Susu UHT
Kelebihan-kelebihan susu UHT adalah simpannya yang sangat panjang pada susuh kamar yaitu mencapai 6-10 bulan tanpa bahan pengawet dan tidak perlu dimasukkan ke lemari pendingin. Jangka waktu ini lebih lama dari umur simpan produk susu cair lainnya seperti susu pasteurisasi. Selain itu susu UHT merupakan susu yang sangat higienis karena bebas dari seluruh mikroba (patogen/penyebab penyakit dan pembusuk) serta spora sehingga potensi kerusakan mikrobiologis sangat minimal, bahkan hampir tidak ada. Kontak panas yang sangat singkat pada proses UHT menyebabkan mutu sensori (warna, aroma dan rasa khas susu segar) dan mutu zat gizi, relatif tidak berubah.
Proses pengolahan susu cair dengan teknik sterilisasi atau pengolahan menjadi susu bubuk sangat berpengaruh terhadap mutu sensoris dan mutu gizinya terutama vitamin dan protein. Pengolahan susu cair segar menjadi susu UHT sangat sedikit pengaruhnya terhadap kerusakan protein. Di lain pihak kerusakan protein sebesar 30 persen terjadi pada pengolahan susu cair menjadi susu bubuk.
Kerusakan protein pada pengolahan susu dapat berupa terbentuknya pigmen coklat (melanoidin) akibat reaksi Mallard. Reaksi Mallard adalah reaksi pencoklatan non enzimatik yang terjadi antara gula dan protein susu akibat proses pemanasan yang berlangsung dalam waktu yang cukup lama seperti pada proses pembuatan susu bubuk. Reaksi pencoklatan tersebut menyebabkan menurunnya daya cerna protein. Proses pemanasan susu dengan suhu tinggi dalam waktu yang cukup lama juga dapat menyebabkan terjadinya rasemisasi asam-asam amino yaitu perubahan konfigurasi asam amino dari bentuk L ke bentuk D. Tubuh manusia umumnya hanya dapat menggunakan asam amino dalam bentuk L. Dengan demikian proses rasemisasi sangat merugikan dari sudut pandang ketersediaan biologis asam-asam amino di dalam tubuh.
Reaksi pencoklatan (Mallard) dan rasemisasi asam amino telah berdampak kepada menurunnya ketersedian lisin pada produk-produk olahan susu. Penurunan ketersediaan Lisin pada susu UHT relatif kecil yaitu hanya mencapai 0-2 persen. Pada susu bubuk penurunannya dapat mencapai 5-10 persen.
Kerusakan susu UHT sangat mudah dideteksi secara visual, ciri utama yang umum terjadi adalah kemasan menggembung. Gembungnya kemasan terjadi akibat kebocoran kemasan yang memungkinkan mikroba-mikroba penbusuk tumbuh dan memfermentasi susu. Fermentasi susu oleh mikroba pembusuk menghasilkan gas CO2 yang menyebabkan gembung. Kerusakan juga ditandai oleh timbulnya bau dan rasa yang masam. Selain menghasilkan gas, aktivitas fermentasi oleh mikroba pembusuk juga menghasilkan alkohol dan asam-asam organik yang menyebabkan susu menjadi berflavor dan beraroma masam.
Hindari mengkonsumsi susu UHT yang telah mengental. Fermentasi susu oleh bakteri pembusuk juga pembusuk juga menyebabkan koagulasi dan pemecahan protein akibat penurunan pH oleh asam-asam organik. Koagulasi dan pemecahan protein inilah yang menyebabkan tekstur susu rusak yaitu menjadi pecah dan agak kental.
(Nara sumber: Â Prof Dr Ir Made Astawan MS).
Nah... selain nutrisi gizi nya yg terjamin (mutu gizi relatif tidak berubah), susu UHT juga higienis, murah, praktis lg... Minum susu UHT yuks...

Sent from my BlackBerry® smartphone


Inta & Ranty Heruwanto
YM: mamma.kanin@yahoo.com (chat from 09.00 AM - 07.00 PM yaa)
Hp: 0812 9007525
Blackberry PIN: 211C9692
http://twitter.com/mammaKanin
http://www.mammakanin.com
http://mammakanin.multiply.com

Ternyata, pola permainan dengan menggunakan mainan berbahan kayu ini selain mengasah motorik halus, bisa juga merupakan pengenalan bentuk, warna, sortasi (pengurutan warna), dan penjumlahan.





Bukan mau menyalahkan pihak tertentu, tetapi tulisan ini bisa jadi membantu anda menjawab beberapa teman yang bertanya ke saya mengenai otak tengah. Saya sendiri belum bisa menemukan hubungan antara melatih anak mengenal benda, huruf, warna dll dengan mata tertutup dengan kemampuan akademik misal-nya anak akan cepat bisa mengerti logic suatu soal (Otak kiri), atau kemampuan anak melakukan analisa/konsep terhadap suatu masalah (Otak kanan). Jadi Mungkin teman-teman yang ditawari ikut training Otak tengah bisa membaca tulisan ini.
Mungkin ini ada tulisan dari Dr. Sarlito, Guru Besar Psikologi UI.
Otak Tengah
Saturday, 18 September 2010
DI suasana Lebaran ini mestinya saya menulis sesuatu tentang Lebaran,
tepatnya tentang bermaaf-maafan, wabil-khusustentang psikologi maaf.
Namun,draf tulisan yang sedang saya siapkan terpaksa saya sisihkan
dulu saking gemasnya mengamati perkembangan pseudo-science (ilmu semu)
yang sangat membahayakan akhir-akhir ini tentang otak tengah
(midbrain).Mudah-mudahan artikel ini bisa menjadi bahan bacaan
alternatif yang menarik di tengahtengah banjirnya (lebih parah dari
banjir Pakistan) artikel dan siaran tentang Idul Fitri di hari-hari
seputar Lebaran ini. Otak tengah adalah bagian terkecil dari otak yang
berfungsi sebagai relay station untuk penglihatan dan pendengaran.
Dia juga mengendalikan gerak bola mata.Bagian berpigmen gelapnya yang
disebut red nucleus (inti merah) dan substantia nigra juga mengatur
gerak motorik
anggota tubuh.Karena itu kelainan atau gangguan di otak tengah bisa
menyebabkan parkinson. Untuk keterangan lebih lanjut silakan
berkonsultasi dengan dokter Google.Namun,yang jelas,otak tengah tidak
mengurusi inteligensi, emosi, apalagi aspek-aspek kepribadian lain
seperti sikap, motivasi, dan minat.Para pakar ilmu syaraf
(neuroscience) Richard Haier dari Universitas California dan Irvine
serta Rex Jung dari Universitas New Mexico,Amerika Serikat, menemukan
bahwa inteligensi atau kecerdasan yang sering dinyatakan dalam ukuran
IQ tidak terpusat pada satu bagian tertentu dari otak, melainkan
merupakan hasil interaksi antarbeberapa bagian dari otak.Makin bagus
kinerja antarbagian- bagian otak itu,makin tinggi tingkat kecerdasan
seseorang (teori parieto-frontal integration).
Di sisi lain,pusat emosi terletak di bagian lain dari otak yang
dinamakan amygdala,tak ada hubungannya dengan midbrain. Sementara itu
aspek kepribadian lain seperti minat dan
motivasi lebih merupakan aspek sosial (bukan neurologis) dari jiwa,
yang lebih gampang diamati melalui perilaku seseorang ketimbang dicari
pusatnya di otak. Sampai dengan tahun 1980-an (bahkan sampai hari ini)
masih banyak yang percaya bahwa keberhasilan seseorang sangat
tergantung pada IQ-nya.Makin tinggi IQ seseorang akan makin besar
kemungkinannya untuk berhasil.
Itulah sebabnya banyak sekolah mempersyaratkan hasil tes IQ di atas
120 untuk bisa diterima di sekolah yang bersangkutan. Namun, sejak
Howard Gardner menemukan teori tentang multiple intelligence (1983)
dan Daniel Goleman memublikasikan temuannya tentang Emotional
Intelligence (1995),maka para pakar dan awam pun tahu bahwa peran IQ
pada keberhasilan seseorang hanya sekitar 20–30% saja. Selebihnya
tergantung pada faktor-faktor kepribadian lain seperti usaha,
ketekunan, konsentrasi, dedikasi, kemampuan sosial. Walaupun
begitu,beberapa bulan terakhir ini,marak sekali kampanye tentang
pelatihan otak tengah.
Bahkan rekan saya psikologpsikolog muda ada yang bersemangat sekali
mengampanyekan otak tengah sambil mengikutsertakan anak-anak mereka ke
pelatihan otak tengah yang biayanya mencapai Rp3,5 juta/anak (kalau
dua anak sudah Rp 7 juta, kan) hanya untuk dua hari kursus. Hasilnya
adalah bahwa anak-anak itu dalam dua hari bisa menggambar warna dengan
mata tertutup.Wah, bangganya bukan main para ortu itu. Mereka pikir
setelah bisa menggambar dengan mata tertutup, anak-anak mereka
langsung akan jadi cerdas, bisa konsentrasi di kelas, bersikap sopan
santun kepada orang tua, bersemangat belajar tinggi, percaya diri, dan
sebagainya seperti yang dijanjikan oleh kursus-kursus seperti ini.
Mungkin mereka mengira bahwa dengan menginvestasikan Rp3,5 juta untuk
dua hari kursus,orang tua tidak usah lagi bersusah payah menyuruh anak
mereka belajar (karena mereka akan termotivasi untuk belajar sendiri),
tidak usah membayar guru les lagi
(karena otomatis anak akan mengerti sendiri pelajarannya), dan yang
terpenting anak pasti naik kelas, malah bisa masuk peringkat. Inilah
yang saya maksud dengan "berbahaya" dari tren yang sedang berkembang
pesat akhirakhir ini. Untuk orang tua yang berduit, uang sebesar Rp3,5
juta mungkin tidak ada artinya. Namun, kasihan anaknya jika ternyata
dia tidak bisa memenuhi harapan orang tuanya.
Selain bisa menggambar dengan mata tertutup (sebagian hanya berpura-
pura bisa dengan mengintip lewat celah penutup mata dekat hidung),
ternyata dia tidak bisa apa-apa.Konsentrasi tetap payah,motivasi tetap
rendah, dan emosi tetap meledakledak tak terkendali. Pasalnya memang
tidak ada hubungannya antara otak tengah dengan faktorfaktor
kepribadian itu. Namun,orangtua sepertinya tidak mau tahu. Dia sudah
membayar Rp3,5 juta dan sudah mendengarkan ceramah Dr David Ting,
pakar otak tengah dari Malaysia itu. Kata Dr Ting, anak yang sudah
ikut pelatihan otak tengah
bukan hanya jadi makin pintar,tetapi jadi jenius.
Karena itu nama perusahaannya juga Genius Mind Corporation. Malah
bukan itu saja.Menurut Dr Ting,anak yang sudah terlatih otak tengahnya
bisa melihat di balik dinding, bisa melihat apa yang akan terjadi
(seperti almarhumah Mama Laurenz),bahkan bisa mengobati orang sakit.
Ya, itulah yang dijanjikannya dalam iklan-iklan Youtube-nya di
internet. Dan dampaknya bisa dahsyat sekali karena angka KDRT pada
anak bisa langsung melompat naik gara-gara banyak anak dicubiti atau
dipukuli pantatnya sampai babak-belur oleh mama-mama mereka sendiri
lantaran tidak bisa melihat di balik tembok,meramal atau mengobati
orang sakit.
*** Untuk menyiapkan tulisan ini, saya sengaja menelusuri nama David
Ting di Google. Ternyata ada puluhan pakar di dunia yang bernama David
Ting dan David Ting yang menganjurkan otak tengah ini ternyata bukan
pakar ilmu syaraf, kedokteran,biologi atau psikologi. Dia disebutkan
sebagai pakar pendidikan dan tidak ada hubungannya dengan ilmu syaraf
(neuroscience). Maka saya ragu akan ilmunya. Apalagi saya hanya
mendapati beberapa versi Youtube yang diulang- ulang saja,beberapa
tulisan kesaksian, dan cerita-cerita yang sulit diverifikasi
kebenarannya. Saya pun lanjut dengan menelusuri jurnal-jurnal ilmiah
online, siapa tahu tulisan-tulisan ilmiahnya sudah banyak, tetapi saya
belum pernah membacanya.
Namun hasilnya juga nol. Maka saya makin tidak percaya. Saya yakin
bahwa teori David Ting tentang otak tengah hanyalah pseudo-science
atau ilmu semu karena seakan-akan ilmiah, tetapi tidak bisa
diverifikasi secara ilmiah. Sama halnya dengan teori otak kanan-otak
kiri yang juga ilmu semu atau astrologi atau palmistri (membaca nasib
orang dengan melihat garis-garis telapak tangannya). Masalahnya,
astrologi dan palmistri yang sudah kuno itu tidak merugikan siapa-
siapa karena hanya dilakukan oleh yang memercayainya atau sekadar
iseng-iseng tanpa biaya dan tanpa beban apaapa. Kalau betul syukur,
kalau salah yo wis. Lain halnya dengan pelatihan otak tengah dan dulu
pernah juga populer pelatihan otak kanak-otak kiri.
Bahkan, saya pernah memergoki, di sebuah gedung pertemuan (kebetulan saya ke sana untuk keperluan lain), sebuah pelatihan diselenggarakan oleh sebuah instansi pemerintah yang judulnya "Meningkatkan Kecerdasan Salat".Semuanya dijual sebagai pelatihan dengan biaya (istilah mereka "biaya investasi") yang mahal. Ini sudah masuk ke masalah membohongi publik, sebab mana mungkin dengan satu pelatihan selama dua hari
seorang anak bisa disulap menjadi jenius yang serbabisa, bahkan bisa
melihat di balik dinding seperti Superman.Lagipula, apa hubungannya
antara menggambar dengan mata tertutup dengan jenius? Einstein,
Colombus, Thomas Edison,Bill Gates, Barack Obama, dan masih banyak
lagi adalah kaum jenius tingkat dunia, tetapi tak satu pun bisa
menggambar dengan mata tertutup.Teori otak tengah sudah jelas penipuan. Dengan berpikir atau bertanya sedikit,setiap orang bisa tahu bahwa ini adalah penipuan. Namun orang Indonesia itu malas bertanya dan ingin yang serbainstan. Termasuk kaum terpelajar dan orang berduitnya. Jadi kita gampang sekali jadi sasaran penipuan. Inilah menurut saya yang paling memprihatinkan dari maraknya kasus otak tengah ini.(*)
SARLITO WIRAWAN SARWONO Guru Besar Fakultas Psikologi UI
Original link : http://edukasi.kompasiana.com/2010/09/25/pendidikan-anak-fenomena-training-otak-tengah-mohon-di-cermati/
Sent from my BlackBerry® smartphone


