14 Nov 2013

Waktu yg "tidak boleh" Terbuang

Minggu ini bener2 minggu yg melelahkan. Kerjaan kantor yg padat dan overload, sampai harus memperhitungkan kerjaan mana yg perlu di dahulukan.

Sampai akhirnya muncul pembicaraan antara ibu dan anak sebagai berikut :

Anak : Mama, kenapa yang jemput Athar harus eyang terus... Eyang terus... Kenapa mama ga mau jemput Athar pulang .... 
Mama : (Masih di depan PC ngerjain kerjaan kantor yg dibawa pulang) 
Mama : maaf ya Nak, mama blm bisa jemput Athar pulang sekolah, krn mama masih rapat waktu Athar pulang sekolah, jadi yg jemput sementara eyang dulu.
Anak : Mama kenapa pulangnya malam terus malam terus, harusnya kan kl pulang sore (jam kantor mulai jam 07.00-15.30).
Mama : (diam... Dan secara refleks mematikan PC ) Yuk kita main sama2... Sekarang Athar mau main apa sama Mama... 
Athar : (tersenyum sambil menggandeng tangan Mama) Athar mau main ular tangga Ma, trus habis itu mau kartu trus main apalagi ya... Eemmm....

(Berjalan sambil meninggalkan dering telepon yg berbunyi di dalam kamar)


(Tatapan yg menghilangkan kejenuhan rutinitas kantor) 

4 Sep 2013

Lombok

Bulan Agustus kemarin, saya berkesempatan untuk mengunjungi Lombok untuk ke-2 kalinya. Namun perjalanan kali ini dalam rangka dinas kantor. Tapi, yang namanya dinas kantor, tetap wajib yang namanya wisata kuliner dan mencari buah tangan untuk dibawa pulang nanti.
Acaranya di laksanakan di hotel Jayakarta, di daerah Senggigi, kurang lebih Rp.130 rb kalau naik taksi dari bandara. O iya, bandara di Lombok ternyata sudah pindah di daerah Lombok Tengah, sudah bukan di Selaparang lagi yang berada di kota Mataram. Cukup jauh juga lho....

Bicara tentang fasilitas hotel, langsung jadi ingat anak yang di rumah dong.... Selain view hotel ini langsung ke pantai Senggigi, fasilitas anak disini cukup banyak... Ada kolam renang anak, kolam renang pasir untuk anak, (sand pool), playground dan sewa sepeda untuk anak... Huhuhuuuu.. sedih deh rasanya kalau lihat semua kesukaan anak, tapi anaknya di rumah...

(view dari hotel)

(view dari restaurant Hotel)

(sand pool)

(kolam renang anak)

(playground dan jogging track)

Untuk wisata kuliner sebenarnya juga sudah disediakan di menu makan malam di hotel, ada Beberuk, Olah-olah, dan tak lupa Plecing Kangkung... Kalau itu wajib hukumnya... :)
(makanan khas Lombok)


Kuliner lain yg wajib dicoba ya Ayam Taliwang. Yang cukup terkenal di Rumah Makan Taliwang Satu, Jl AA Gde Ngurah No 26, telp (0370) 622394, Cakranegara. Ada 2 versi, mau dibakar atau di goreng. Kalau mau dibawa pulang, lebih baik pilih ayam yg digoreng. Jangan lupa pula membeli makanan khas Lombok utk dibawa pulang, namanya dodol rumput laut. Yg cukup terkenal dsana Phoenix, konon RI 1 jg sampai kesana. Dan bbrp teman dsana menganjurkan untuk membeli tahu khas Lombok n telur asin.

Wisata belanja di Lombok cukup variatif, ada mutiara, kain tenun khas Lombok, kerajinan anyaman bambu, gerabah atau souvenir baju/kaos Lombok. Kalau mau ke pusatnya mutiara, bisa datang ke Sekarbela dan Karang Genteng, tapi kl mau cari lebih lengkap (semua ada dalam satu tempat), bisa menyusuri samping mataram Mall, karena disana ada beberapa kios yg menjual souvenir khas Lombok. 
Nah, karena waktu itu masih ada sisa waktu sblm pesawat take off, kurang lebih 2,5 jam, jangan lupa mampir ke desa wisata Sade. Dusun Sade yg terletak di desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah masih menyuguhkan suasana perkampungan asli pribumi Lombok yaitu suku Sasak. Itu bisa dilihat dari bentuk bangunan rumah suku Sasak asli yg ada disana, bangunan rumah yg beratapkan ijuk, dengan tembok dr anyaman bambu dan beralaskan tanah. 


(rumah suku Sasak)


(souvenir di dusun Sade, Lombok)

(permukiman suku Sasak di dusun Sade, Lombok)
Dan ternyata , masih banyak yg belum sempat didatangi di Lombok... Pantai-pantai (Kuta, Seger, Aan) dan wisata kuliner lainnya seperti bulayak, nasi puyung, dsb.
Namanya juga sambil menyelam minum air... Sambil bekerja, jangan lupa menikmati keindahan wisatanya ya...

17 Jun 2013

Buttermilk Pancakes

Buttermilk Pancakes with honey

Resep ini disadur dari resep Affi- mommiesdaily yang diambil dari Foyupdate... Tips-tips dari Affi dan Foy cukup jelas, namun sangat susah diterapkan, hehe... Bahan-bahan nya cukup simple, dan karena Buttermilk susah didapatkan, nanti akan ada step2nya... Thx to Ai yg mau  ajarin step-stepnya...

Bahan-bahan
  • 2 cups tepung terigu
  • 3 sdm gula pasir
  •  2 sdt baking powder
  • 1/2 sdt baking soda
  • 1/2 sdt garam
  • 2 cups buttermilk
  • 3 sdm mentega tawar yang dicairkan
  • 1 butir telur berukuran besar
  • minyak untuk menggoreng

Cara membuat Buttermilk:
Di resep tertulis 2 cups, berarti penggantinya: 2 cups susu cair + 1 sdm air perasan lemon.
Susu cair yang digunakan adalah susu cair Full Cream yang dihangatkan (tidak perlu sampai mendidih, cukup hangat), kemudian dicampurkan dengan perasan lemon (atau bisa juga menggunakan cuka). Diamkan 5-10 menit, dan nanti akan mengental dengan sendirinya. Aduk sebentar sesekali, biar kentalnya merata.

Cara :
  • Campurkan bahan-bahan kering di sebuah mangkuk besar dan aduk rata. Buatlah “lubang” di tengah-tengah mangkuk tersebut.
  • Campurkan bahan-bahan basah di mangkuk lain, aduk rata.
  • Tuangkan bahan basah ke tengah-tengah mangkuk berisi bahan kering, aduk sampai rata sampai bagian adonan tercampur agak “basah”, walaupun masih terlihat lumps atau gumpalan-gumpalan, sudah cukup kok. Tidak perlu diaduk lagi
  • Siapkan penggorengan, tuang 2-3 sendok makan minyak goreng, panaskan penggorengan kira-kira 3 menit di atas api sedang (medium-low).
  • Tuang ¼ - ½  cups  sendok adonan ke penggorengan. Karena adonannya kental sekali, gunakan sutil untuk sedikit “melebarkan” pancake tersebut, dan jangan ditekan.
  • Angkat dan putar sedikit penggorengan supaya minyak mengalir ke sekeliling pancakes. Ini membuat pinggiran pancake jadi crispy!
  • Goreng pancake selama kurang-lebih 2 menit, atau sampai kecoklatan, balik dan masak sisi lainnya sampai matang.
  • Hidangkan saat hangat bersama maple syrup, madu, atau milk jam. 
Tips  yang perlu diperhatikan pada saat mencampur adonan (do not over mix), cukup sampai basah dan pada saat menggoreng untuk menghasilkan pancake yg fluffy.
The old baker's trick : diamkan selama 1 jam utk mendapatkan suhu ruang dan dapat menambah volum  pancake menjadi fluffy.




13 Mei 2013

Sekolah di Jepang VS Sekolah di Indonesia

Link yang saya kutip dari Bidrians Abidin lewat media sosial FB, semoga bisa membuka/menggugah para pendidik di Indonesia.

{{ Sekolah di Jepang VS Sekolah di Indonesia }}

Anak saya bersekolah di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) kota Tokyo, Jepang. Pekan lalu, saya diundang untuk menghadiri acara “open school” di sekolah tersebut. Kalau di Indonesia, sekolah ini mungkin seperti SD Negeri yang banyak tersebar di pelosok nusantara. Biaya sekolahnya gratis dan lokasinya di sekitar perumahan.

Pada kesempatan itu, orang tua diajak melihat bagaimana anak-anak di Jepang belajar. Kami diperbolehkan masuk ke dalam kelas, dan melihat proses belajar mengajar mereka. Saya bersemangat untuk hadir, karena saya meyakini bahwa kemajuan suatu bangsa tidak bisa dilepaskan dari bagaimana bangsa tersebut mendidik anak-anaknya.

Melihat bagaimana ketangguhan masyarakat Jepang saat gempa bumi lalu, bagaimana mereka tetap memerhatikan kepentingan orang lain di saat kritis, dan bagaimana mereka memelihara keteraturan dalam berbagai aspek kehidupan, tidaklah mungkin terjadi tanpa ada kesengajaan. Fenomena itu bukan sesuatu yang terjadi “by default”, namun pastilah “by design”. Ada satu proses pembelajaran dan pembentukan karakter yang dilakukan terus menerus di masyarakat.

Dan saat saya melihat bagaimana anak-anak SD di Jepang, proses pembelajaran itu terlihat nyata. Fokus pendidikan dasar di sekolah Jepang lebih menitikberatkan pada pentingnya “Moral”. Moral menjadi fondasi yang ditanamkan “secara sengaja” pada anak-anak di Jepang. Ada satu mata pelajaran khusus yang mengajarkan anak tentang moral. Namun nilai moral diserap pada seluruh mata pelajaran dan kehidupan.

Sejak masa lampau, tiga agama utama di Jepang, Shinto, Buddha, dan Confusianisme, serta spirit samurai dan bushido, memberi landasan bagi pembentukan moral bangsa Jepang. Filosofi yang diajarkan adalah bagaimana menaklukan diri sendiri demi kepentingan yang lebih luas. Dan filosofi ini sangat memengaruhi serta menjadi inti dari sistem nilai di Jepang.

Anak-anak diajarkan untuk memiliki harga diri, rasa malu, dan jujur. Mereka juga dididik untuk menghargai sistem nilai, bukan materi atau harta.

Di sekolah dasar, anak-anak diajarkan sistem nilai moral melalui empat aspek, yaitu Menghargai Diri Sendiri (Regarding Self), Menghargai Orang Lain (Relation to Others), Menghargai Lingkungan dan Keindahan (Relation to Nature & the Sublime), serta menghargai kelompok dan komunitas (Relation to Group & Society). Keempatnya diajarkan dan ditanamkan pada setiap anak sehingga membentuk perilaku mereka.

Pendidikan di SD Jepang selalu menanamkan pada anak-anak bahwa hidup tidak bisa semaunya sendiri, terutama dalam bermasyarakat. Mereka perlu memerhatikan orang lain, lingkungan, dan kelompok sosial. Tak heran kalau kita melihat dalam realitanya, masyarakat di Jepang saling menghargai. Di kendaraan umum, jalan raya, maupun bermasyarakat, mereka saling memperhatikan kepentingan orang lain. Rupanya hal ini telah ditanamkan sejak mereka berada di tingkat pendidikan dasar.

Empat kali dalam seminggu, anak saya kebagian melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga. Ia harus membersihkan dan menyikat WC, menyapu dapur, dan mengepel lantai. Setiap anak di Jepang, tanpa kecuali, harus melakukan pekerjaan-pekerjaan itu. Akibatnya mereka bisa lebih mandiri dan menghormati orang lain.
Kebersahajaan juga diajarkan dan ditanamkan pada anak-anak sejak dini. Nilai moral jauh lebih penting dari nilai materi. Mereka hampir tidak pernah menunjukkan atau bicara tentang materi.

Anak-anak di SD Jepang tidak ada yang membawa handphone, ataupun barang berharga. Berbicara tentang materi adalah hal yang memalukan dan dianggap rendah di Jepang.

Keselarasan antara pendidikan di sekolah dengan nilai-nilai yang ditanamkan di rumah dan masyarakat juga penting. Apabila anak di sekolah membersihkan WC, maka otomatis itu juga dikerjakan di rumah. Apabila anak di sekolah bersahaja, maka orang tua di rumah juga mencontohkan kebersahajaan. Hal ini menjadikan moral lebih mudah tertanam dan terpateri di anak.

Dengan kata lain, orang tua tidak “membongkar” apa yang diajarkan di sekolah oleh guru. Mereka justru mempertajam nilai-nilai itu dalam keseharian sang anak.

Saat makan siang tiba, anak-anak merapikan meja untuk digunakan makan siang bersama di kelas. Yang mengagetkan saya adalah, makan siang itu dilayani oleh mereka sendiri secara bergiliran. Beberapa anak pergi ke dapur umum sekolah untuk mengambil trolley makanan dan minuman. Kemudian mereka melayani teman-temannya dengan mengambilkan makanan dan menyajikan minuman.

Hal seperti ini menanamkan nilai pada anak tentang pentingnya melayani orang lain. Saya yakin, apabila anak-anak terbiasa melayani, sekiranya nanti menjadi pejabat publik, pasti nalurinya melayani masyarakat, bukan malah minta dilayani.

Saya sendiri bukan seorang ahli pendidikan ataupun seorang pendidik. Namun sebagai orang tua yang kemarin kebetulan melihat sistem pendidikan dasar di SD Negeri Jepang, saya tercenung. Mata pelajaran yang menurut saya “berat” dan kerap di-“paksa” harus hafal di SD kita, tidak terlihat di sini. Satu-satunya hafalan yang saya pikir cukup berat hanyalah huruf Kanji.
Sementara, selebihnya adalah penanaman nilai.

Besarnya kekuatan industri Jepang, majunya perekonomian, teknologi canggih, hanyalah ujung yang terlihat dari negeri Jepang. Di balik itu semua ada sebuah perjuangan panjang dalam membentuk budaya dan karakter. Ibarat pohon besar yang dahan dan rantingnya banyak, asalnya tetap dari satu petak akar. Dan akar itu, saya pikir adalah pendidikan dasar.

Sistem pendidikan Jepang seperti di atas tadi, berlaku seragam di seluruh sekolah. Apa yang ditanamkan, apa yang diajarkan, merata di semua sekolah hingga pelosok negeri. Mungkin di negeri kita banyak juga sekolah yang mengajarkan pembentukan karakter. Ada sekolah mahal yang bagus. Namun selama dilakukan terpisah-terpisah, bukan sebagai sistem nasional, anak akan mengalami kebingungan dalam kehidupan nyata. Apalagi kalau sekolah mahal sudah menjadi bagian dari mencari gengsi, maka satu nilai moral sudah berkurang di sana.

Di Jepang, masalah pendidikan ditangani oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olah Raga, dan Ilmu Pengetahuan Jepang (MEXT) atau disebut dengan Monkasho. Pemerintah Jepang mensentralisir pendidikan dan mengatur proses didik anak-anak di Jepang. MEXT menyadari bahwa pendidikan tak dapat dipisahkan dari kebudayaan, karena dalam proses pendidikan, anak diajarkan budaya dan nilai-nilai moral.

Mudah-mudahan dikeluarkannya kata “Budaya” dari Departemen “Pendidikan dan Kebudayaan” sehingga “hanya” menjadi Departemen “Pendidikan Nasional” di negeri kita, bukan berarti bahwa pendidikan kita mulai melupakan “Budaya”, yang di dalamnya mencakup moral dan budi pekerti.

Hakikat pendidikan dasar adalah juga membentuk budaya, moral, dan budi pekerti, bukan sekedar menjadikan anak-anak kita pintar dan otaknya menguasai ilmu teknologi. Apabila halnya demikian, kita tak perlu heran kalau masih melihat banyak orang pintar dan otaknya cerdas, namun miskin moral dan budi pekerti. Mungkin kita terlewat untuk menginternalisasi nilai-nilai moral saat SD dulu. Mungkin waktu kita saat itu tersita untuk menghafal ilmu-ilmu “penting” lainnya.

Demikian sekedar catatan saya dari menghadiri pertemuan orang tua di SD Jepang.

10 Mei 2013

Crispy Cass by Me... #kudapanpraktis


Pernah denger makanan Crispy Cass ga? Itu semacam snack ringan yg disajikan di sebuah kedai kopi ternama. Idenya boleh juga lho.
Langsung saja ya...

Bahan:
Tape
Kulit Lunpia
Putih Telur ( untuk lem)
Susu kental manis (coklat)
Keju Parut
Meses
(utk bahan sengaja tidak ada takarannya, supaya bisa disesuaikan kebutuhan ya)

Cara:
Tape kita potong seukuran jari tangan, kemudian dimasukkan ke dalam kulit lunpia.
Kemudian kita gulung secara perlahan, dan jgn lupa untuk menutup ujung kanan kiri kulit lunpia.
Dan terakhir, beri putih telur, agar kulit lunpia menempel.
Goreng kulit lunpia yg sudah terisi, dan sajikan bersama taburan keju, meses dan susu coklat manis.

Tips:
Usahakan, tape tertutup kulit lunpia, terutama di bagian ujungnya.

7 Mei 2013

Outbond Pertama Athar

Minggu kemarin, sekolah Athar mengadakan outbond untuk kelas TK A, TK B dan playgroup ke Taman Kelinci. Perjalanan menuju kesana menggunakan transportasi bis, dimana pada waktu itu Athar dan teman-temannya diharapkan sudah berada di sekolah tepat pukul 06.30. Agenda outbond di Taman Kelinci cukup padat juga,ada Ice Breaking, High Rope Games (permainan memanjat tali), Menanam padi di sawah, menangkap Ikan, Rafting Kids, dan terakhir Renang Mini Boom.
Kegiatan outbond ini merupakan agenda internal sekolah, yang mana hanya boleh diikuti oleh guru dan para murid. Maka, untuk lebih jelasnya bisa lagsung di buka di website http://www.taman-kelinci.com/ ya...

Yuk dimulai saja parade Athar-nya. Untung ada penjual foto-foto outbond disana sewaktu Mama menjemput Athar pulang.
Lets check it out...
Pose keberangkatan Athar dalam bis
 High Ropes
 Menanam Padi
 Kedatangan Athar
 Pose dulu depan bis sebelum pulang

29 Apr 2013

Kartini #2013

Selamat Hari Kartini semua........................ 
Biar terlambat yang pasti semangat  perjuangan Ibu Kartini akan tetap selalu ada. Dan bukan saja sosok Kartini, tetapi juga pejuang-pejuang wanita lainnya seperti Cut Nyak Dhien, Dewi Sartika, ataupun pejuang wanita di era sekarang.

Ini tahun pertama Athar ikut merayakan hari Kartini di sekolah, dan untuk pertama kali pula Athar menggunakan busana adat daerah. Pemikiran awal memilih yang nyaman, mudah untuk beraktivitas di sekolah. Ternyata cukup susah mencari busana adat dengan ukuran kecil, dan pilihannya busana adat  : dayak, betawi, jawa, dan bali. Namun karena untuk adat jawa dan bali memakai sarung, pilihan tinggal 2, yaitu betawi dan dayak. Setelah dicoba kok Athar lebih pantas dengan busana betawi. 

Baiklah, inilah parade Athar dalam balutan busana Betawi. Dan, untuk kali ini (=selama memakai baju adat betawi), Athar maunya dipanggil si Abang, hehe...
(berhubungan masih dalam rangka sewa baju adat utk Athar, Eyang dan papa nya pun ikut berfoto bersama dgn beskap milik pribadi).

Here we go.....
 si Abang Athar
 Eyang - Athar - Papa #1
 Eyang - Athar - Papa #2
 Final session : Eyang - Athar - Papa
Athar di sekolah
Holy - Aurel - Miss Hesti - Kenzi - Athar

28 Mar 2013

Like ♥ Instagram

Dari dulu pengen banget review yg namanya instagram. Ga tau kenapa suka bgt ma aplikasi ini. Intinya sih buat pajang2 foto, pas banget kan ma yg hobi fotografi seperti saya, hehe...
Sukanya medsoc ini, hanya gambar yg berbicara... Mulai update status lagi makan apa, sedang berada dimana, sedang bersama siapa, sedang berada di event apa, model yg lg in apa, semuanya disampaikan mell gambar, krn bisa langsung kita upload dari smartphone kita. Salutnya lagi sih, kl ada bbrp org yg dibela2in pakai kamera khusus, trus di edit pakai komputer, trus dikembalikan lg ke ponsel dan di upload. Kalau aku sih cari yg praktis, ekonomis waktu, dan yg all in dlm 1 paket, mulai dr ambil gbr, edit dan upload lgs dr ponsel.
Selain itu, ada yg namanya simbol #hashtag yg membantu utk mencari kesamaan gambar. Sukanya lg, kl ada bbrp org juga ikut menikmati gambar yg kita upload mell tombol Like. Rasanya tuh, seperti kita sedang pameran foto tapi kita bisa tahu gambar2/foto2 mana yg disukai sama audience.
Tanpa banyak bicara, mari kita mulai parade insta-nya....
Gambar ini diambil di depan warung soto Seger Boyolali... 
Suka bgt ma tekstur jalan yg jd latar belakang ayam di gbr... 

Kl yg ini diambil pas dinas luar kantor di Wonogiri.
 Tanjakan menurun yg harus kita lewati utk tiba ke lokasi

 
Gambar angkringan ini diambil di acara yg sama di wonogiri. 
Spot ini pun secara ga sengaja dijumpai ketika 
mobil berhenti untuk menunggu rombongan mobil lain

 
Kalau ini agenda wajib, foto2 sebelum santapan kuliner dimulai... 
 
Fokus gambar ini sebenarnya lebih ke object tea pot yg melatarbelakangi makanan 
 
Suka bgt ma object ini, full colour dan terbantu dgn lighting dari sana. 
Dan ga perlu banyak edit juga.
 
Gambar candid yg diambil ketika sedang monitoring rusun
 
 
Foto ini diambil cukup unik, karena secara kebetulan melewati area ini.
Dan saya pun begitu terpukau dengan sunset dan pantulan bayangan  air polder.

20 Mar 2013

Wednesday's Post... Cancer #1

Post kali ini mau sekedar share pengalaman ikut acara Dharma Wanita di kantor. Ada yg mungkin bilang tidak terlalu penting ikut acara sosialisasi semacam ini. Tapi, berhubung tema yang dibahas cukup menarik, tak lain tak bukan tema ttg kanker oleh Yayasan Peduli Kanker Indonesia. Pembahasan kanker kali ini lebih mengupas ke kanker rahim dan serviks, karena pesertanya dominan wanita.

sumber dari sini

Kalau di bahas terlalu mendetail, kelihatannya kok kayak pakar saja ya, hehe. Apalagi info di internet ttg serba serbi kanker juga sudah banyak.

Point-point penting buat catatan saya (terutama):
- Faktor penyebab kanker:
  a). Faktor genetik, kecenderungannya lebih besar, utamanya yg bergolongan darah A dan AB;
  b).Faktor lingkungan, polusi udara, asap rokok, radiasi.
Faktor radiasi di sini cukup dipertegas, karena dari pemapar, resiko kanker otak didominasi dari seringnya pemakaian gadget .  Dengan di tunjukkan gambar, operasi kanker otak seorang anak berusia 12 tahun.
  c). Faktor Makanan yg banyak mengandung Karsinogen, antara lain Penyedap rasa (MSG) , zat pengawet makanan (Natrium Benzoat/Natrium Siklomat), Sakarin/siklamat, Zat pengenyal makanan (Borax,formalin, pijar bleng),zat pewarna (Rodamin B), Nitrosamin (makanan yg dibakar/diasapkan). Dan yg tadi ditambahkan oleh pemapar adalah pemanis buatan Aspartam.

- Pemakaian pembalut wanita yg banyak beredar sebenernya juga pemicu. Apabila tetap menggunakan, disarankan penggantian selama 2 - 3 jam. Atau menggunakan pembalut herbal ataupun kembali ke cara lama menggunakan duk (kain yg digunakan pada wanita jaman dulu, dapat dicuci ulang dan dipakai berkali-kali).

- Pembersihan organ kewanitaan pun tidak disarankan menggunakan sabun mandi, ataupun sabun sirih yg banyak beredar di toko-toko. Kembali lagi ke cara lama/tradisional yaitu menggunakan daun sirih hijau 7 lembar, atau sirih merah 3 lembar. Caranya pun bukan di rebus, tapi diremas-remas daun sirih tersebut, dan di baskom dan dituangkan air mendidih. Diamkan beberapa saat sampai mulai hangat/suam-suam kuku, dan bisa digunakan ketika mandi. O iya, kalaupun memilih pembersih kewanitaan, seyogyanya yg banyak kandungan susu.

-Perbanyak makanan yg mengandung anti oksidan, seperti sayuran (brokoli, sawi hijau, pare (anti oksidan paling bagusss), tomat, wortel), lauk pauk (tempe kedelai yg tidak digoreng, ikan laut segar (tongkol, kembung,kueh,selar,kakap, bawal), buah-buahan (apel hijau, anggur hijau, pir, melon, labu kuning).

Untuk info lebih lanjut bisa hubungi
Septi Yulianingsih (Konsultan)
CP. 085 643 923 239 / 081 328 713 735

17 Feb 2013

Celoteh Athar & IMLEK Part #2

Hari Jumat adalah hari-nya Athar, kenapa bs begitu???? Karena Athar diperbolehkan ikut Mama ke kantor...  
(ง'̀⌣'́)ง yippie.... *Atharmodeon. 

Nah, ternyata jadwal sekolah jumat kmrn menonton pertunjukan barongsai dan makan bersama.. Semakin senanglah Athar..
Tak lama, setelah mengantar Athar ke sekolah, dapet bbm dr guru Athar... 

Miss : Bu, Athar bawa angpao???
Me.   : Ga tuh miss?? Apa diwajibkan bawa ?? *sambilmengingatedaransekolah
Miss : ga seh bu, tp kok Athar blg Athar  bw angpao??
Me.  : ooo, itu dulu sewaktu Athar lihat barongsai sm saya,  saat itu dibagikan amplop merah, dan Athar lalu beri amplop ke barongsai Miss
Miss : ooo, ya sudah bu...

Sepulang dr sekolah, Athar pun begitu antusias bercerita kejadian disekolah.

Athar : tadi Athar lihat barongsai Maa
Me.     : o iya...
Athar : iya.. Ada 3, warna kuning sama putih..
Me.     : itu berarti 2 Athar... Kuning dan putih...
Athar : 3 kok, yg putih kan ada 2, putih sama putih-hijau...
Me.    : ooo gitu ya... 
Athar: kok Mama ga percaya ma Athar seh ...
Me.   : ???#%*$

FYI , Athar itu skrg suka sekali bilang : 
"Kok Mama ga percaya sama Athar... " atau "Kok Mama ga nurut sama Athar..."
Kalimat yg sell muncul kalau keinginannya tidak terpenuhi/dia tidak menginginkannya... Dan terkadang padanan kalimat tadi digunakan di tempat yg salah...

Misalnya : 
Me      : Athaaaar, kita bobo yukk...
Athar: Athar maunya maaaiiinn...
                100 menit lagi...
Me.     : habis bangun tidur kan Athar bs main lg...
Athar : Kok Mama ga nurut seh sama Athar....
Me.     : ?!$&@#^%

Kembali ke awal cerita Barongsai...  Selama perjalanan ke kantor... Mama nyetir sambil denger cerita Athar...
Athar : Maah, kita ke kantor ya..
Me.     : Mau apa di kantor???
Athar: Athar kan mau cari uang..  
Me.    : Cari uang???
Athar:Iyaaa Maah, buat main yg di Matahari  itu looh... 
(Mainan playground ...)
Me.    : (ke ktr-dpt uang-ke playground... Versi Athar.. Hmmm..)

Saat Athar time, Athar pun menemani Mama cari scarf di bazar Citraland. Suasana di mall itu masih nuansa Imlek... Dan kebiasaan Athar yg lain... 
Athar: Maaah, Athar di foto mah..
Me.    : di foto??
Athar: buat dikirim ke Papa...

Yupsss... Saatnya parade foto-foto Athar... 

     (sambil menghitung jumlah lampion)

          (masih proses menghitung..... )

 (tetap tdk bs mengalihkan pandangan dr lampion)

     (meniru gerakan - BEFORE )

                    (AFTER )

11 Feb 2013

Imlek 2013

Liong- Maenan baru Athar
Imlek tahun ini, sudah berbagai itin yg Mama agendakan untuk Athar mulai satu minggu yang lalu, mulai dari melihat Pasar Semawis yg digelar tgl 6-8 Peb 2013, pentas Wayang Potehi, sampai mencari jadwal Barongsai/Liong yang diadakan di Klenteng-klenteng.... Namun apa daya, tidak semua agenda bisa terlaksana.... Agenda Pasar Semawis saja baru bisa terlaksana hari Jumat kemaren, tapi itupun setelah cukup lama menunggu  jadwal pementasan wayang Potehi juga tak kunjung tiba... Ternyata ada jam-jam tertentu...  *salahkanMamalupamencarijadwalnya...

Penjual maenan
Berbagai macam pernak pernik untuk menyambut Imlek banyak ditemui di sana, termasuk stan untuk meramal peruntungan di tahun Ular ini. Tak lupa pula berbagai macam menu khas kuliner tersedia di sana.  

Seperti biasa, ga lengkap rasanya kalau tidak disajikan parade Athar selama Imlek... Ga terlalu banyak juga, karena cuaca di pasar semawis di siang hari tidak terlalu bersahabat.

Athar menirukan icon Jateng si Podang
Berfoto di depan Klenteng
O iya, ini Barongsai yg sempet Mama rekam, sewaktu belanja bulanan di swalayan, di hari yg berbeda. Dan ternyata, Athar cukup berani memberikan angpao langsung ke Barongsai-nya... :)


Athar dengan angpaonya

6 Feb 2013

Punakawan Coklat

Liburan weekend kemarin, ada acara pagelaran Roti dan Cokelat di Mal Paragon Semarang. Di sana ada pemecahan rekor MURI patung punakawan dari cokelat asli (jenis master baker dark) seberat 1,9 ton.
patung cokelat Semar
patung cokelat Gareng dan Petruk
Pada tahu tokoh Punakawan ga??? Punakawan itu merupakan pengikut dari ksatria (=sahabat sekaligus penasihat) yang ada pada tokoh pewayangan, mereka itu adalah Semar, Petruk, Gareng dan Bagong. 
Athar dan patung cokelat Semar
Semar memiliki bentuk fisik yang unik dan penuh makna. Bentuk fisiknya seolah-olah merupakan simbol penggambaran jagad raya. Salah satu ciri fisiknya adalah berkuncung putih, kuncung putih itu sebagai simbol atau memiliki arti pikiran, gagasan yang jernih atau cipta.

Gareng
Gareng memiliki ciri fisik bermata kero, bertangan cekot dan berkaki pincang. Ketiga ciri fisik itu memiliki arti atau menyimbolkan rasa. Mata kero berarti kewaspadaan, tangan cekot berarti ketelitian dan kaki pincang adalah kehati-hatian.

Petruk
Kedua tangan petruk menjadi ciri khasnya. Tangan depan menunjuk, memillih apa yang dikehendaki, dan tangan belakang menggenggam erat-erat apa yang telah dipilih. Ini menyimbolkan atau berarti kehendak, keinginan dan karsa.

Bagong
Kelima jari Bagong terbuka lebar yang menyimbolkan selalu bersedia untuk bekerja keras.

Sumber di ambil dari sini.

Nah, kebayang ga kalo harga cokelat itu per kg nya Rp.35 ribu, dan untuk patung cokelat itu membutuhkan sebanyak 1,9 ton cokelat. Hmmmm....Dan, pemecahan rekor MURI ini, sekaligus sebagai pencanangan Visit Jawa Tengah  2013.
 
Nah... yang paling rame ya ini... Parade Athar yg ingin menirukan tokoh Punakawan. Monggo... *Atharmodeon...
Gaya Athar meniru Bagong
 
 Gaya Athar meniru Gareng

Gaya Athar menjadi Semar